jump to navigation

Teori Pendidikan Aban ke 20 April 3, 2011

Posted by ahirotada in Uncategorized.
trackback

Aliran-aliran baru di dalam dunia pendidikan abad ke 20.

Dunia pendidikan akan senanatiasa mengalami perkembangan baik dari segi teori, praktek, mapun sebagai sebuah profesi, perkembangan pendidikan disebabkan oleh perkembangan kebutuhan zaman yang terjadi saat itu, atau mungkin bisa menggunakan sebuah logika terbalik perkembangan pendidikan menyebabkan perubahan zaman. Terlepas dari diskursus siapa yang mempengaruhi dunia pendidikan perkembangannya memberikan dampak yang signifikan bagi bidang yang lain: di sisni saya akan menyampaikan perkembangan pendidikan dari abad ke dua puluh:

Kemajuan yang dicapai oleh masyarakat pada abad ke 19 memberikan dampak yang cukup signifikan kepada pendidikan di abad setelahnya. Dunia serasa semakin sempit dan mengecil hingga akhirnya menjadi litle village kondisi ini tentunya memicu percepatan arus informasi , awal abad ini pula ditandai dengan munculnya dua perang dunia, menimbulkan sebuah pemaknaan tersendiri bagi nasionalisme pendidikan, eropa membuat blok nasionalisme lebih besar dalam suatu batasan regional tertentu, sementara asia afrikan nasionalisme semakin menyempit menjadi nasionalisme negara sebaggai akibat keinginan untuk merdeka dari hegemoni barat.

Kondisi kehidupan beragama juga mengalami perubahan pasca aliran, darwinisme, materialisme, dan positivisme semakin kehilangan pengaruhnya, hal ini kemudian digantikan oleh gerakan sufi seperti teosofi,spritisme,atroposofi, yang mengedepankan aspek ketenangan batin,meskipun aliran ini pada akhir abad ke 20 juga mengaami stagnansi dan akan kembali tergantikan oleh aliran neo materialisme, dan post-modernisme.

Penggolongan pendidikan pada abad ke 20 digolongkankan menjadi tiga golongan (suparlan:76)

1.       Aliran sosial

2.       Aliran kepribadian

3.       Aliran pembaharuan pengajaran

1.        aliran sosial

Aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi dari pengabaian unsur-unsur sosial dalam pendidikan secara ekstrem yang terjadi pada periode sebelumnya. Pada periode ini muncul semboyan “pemuda harus di didik agar dapat melayani masyarakat”. Orang-orang yang amsuk di dalam tokoh aliran ini antara lain Natorp,Kerschenteiner, dan john Dewey. Aliran sosial ini mengambil langkah-langkah mendirikan sekolah kerja sebagai pelaksana pencapain cita-citanya.

2.        Aliran Kepribadian

Aliran kepribadian memberikan reaksi kepada pendidikan yang dirasakan terlalu intelektualistik, intelektualisme hanya mengutamakan pembentukan kecerdasan tanpa mengindahkan pendidikan watak. Aliran ini ingin membetnuk manusia yang dapat menguasai diri dan mengenmabngkan kabajikan-kebajikan. Tokoh dari aliran ini antara lain Foerster, Pestalozzi, Gaudig Scheibner, tagore, dan Kihajar Dewantara.

3.       Aliran Pembaharuan pengajaran.

Adalah mereka yang tidak puas terhadap pelaksanaan penagajran yang seang berlaku di saat itu. Mereka mulai mengadakan percobaan-percobaan baru di dalam dunia pengajaran, dan melaksanakan pendapat-pendapat baru di bidang Psikologi, tokohnya antara lain adalah Montesori, Helen Parkhurst, Decroly dan Tagore.

Tiga aliran ini sebanarnya tidak berdiri pada kutub yang ekstrem, ketiga penggolongan ini muncul sebagai suatu kritik sistem dari era sebelumnya yang mengabaikan aspek-aspe fundamental dari peseta didik dan sistem pembelajaran yang ada. Tokoh-tokoh aliran pendidikan abad ke-20 di atas akan dibedah sebagaimana berikut.

1.       Dr. George Kerschensteiner. (1854-1932)

Dr. George Kerschensteiner mendapat gelar sebagai bapak sekolah kerja di jerman, ia berpendapat bahwa tujuan pendidikan ialah pembentukan watak dan pembentukan warga negara yang baik. Definisi baik disini sangat erat kaitannya dengan sejauh mana warga negara tersebut cakap dan sannggup menjalankan pekerjaan untuk berbakti kepada masyarakat. Dia memberikan ciri kepada warga negara yang baik yaitu:

1.       Tiap orang adalah pekerja dalam salah satu lapangan jabatan.

2.       Tiap orang wajib menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan negara.

3.       Dalam menunaikna tugas tersebut haruslah disesuaikan kesempurnannya, agar dengan jalan itu tiap warga negara ikut membantu mempertinggi dan menyempurnakan kesusilaan dan keselamatan warga.

Dr. George Kerschensteiner berpendapat bahwa kewajiban utama sekolah adalah mempersiapkan anak-anak untuk dapat bekerja .  tujuan sekolah adalaha :

1.       Menambah pengetahuan anak, yaitu pengetahuan yang didapat dari buku atau orang lain, dan yang didapat dari pengalamansendiri, yang tersebut terakhir inilah yang paling penting.

2.       Agar anak mendapat memiliki kemampuan dan kemahiran baru.

3.       Agar anak memiliki pekerjaan sebagai persiapan jabatan mengabdi kepada negara.

Kerschensteiner berpendapat bahwa bekerja adalah melakukan pekerjaan tangan sebab pekerjaan tangan adalah dasar dari semua ilmu pengetahuan adat, agama, bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan dan yang lainnya. Sekolah harus mampu menyiapkan peserta didik yang siap dan memiliki keterampilan. Teori ini menjadi sebuah landasan dari Sekoalh menegah kejuruan atau SMK dia membagi menjadi tiga golongan sekolah keterampilan yaitu , sekolah perindustrian, sekolah perdagangan, dan sekolah rumah tangga.

2.       John Dewey (1859-1952).

Menurut dewewy sekolah harus menjadi tempat persiapan anak untuk terjun ke dalam masyarakat. Seluruh pendidikan dewey didasarkan atas aliran pragmatisme. Artinya sesuatu pengetahuan berdasar atas berguna atau tidak berguna dalam kehidupan manusia. Apa yang tidak berguna tidak perlu diajarkan sekolah. Sebaliknya apa yang menguntungkan bagi hidupnyalah yang harus diajarkan.  Alirannya sangat dipengaruhi oleh alirah Behaiorisme dan pragmatisme. John dewey memandang jiwa sebagai sesuatu yang fungsional dalam hidup sosial.

Dia juga berpendapat bahwa anak didik harus selalau dilatih untuk mengembangkan kegiatannya sendiri, yang ada hubungannya dengan masyarakat. Dan semua itu harus ada di dalam sekolah. Dewey juga terkenal dengan sebutan metode proyek. Di dalam rpoyek itu anak bebas menentukan ppilihan terhadap pekerjaan merancang serta memimpinnya.

3.       Dr Maria Montessori (1870-1952)

Montessori berpendapat bahwa pendidikan harus berdasar kepada prinsip :

a.       Semua pendidikan adalah mendidik diri sendiri.

b.      Kodrat alam

c.       Kemerdekaan (kebebasan)

Dia berpendapat bahwa prinsip pertama di dalam pendidikan adalah mendidik diri sendiri, ia berpendirian bahwa pendidik hanya berfungsi sebagai pembantu, atau penolong anak di dalam perkembangan. Ketika anak mengerjakan sesuatu secara sendirian maka anak akan semakin maju. Prinsip kedua tentang kodrat alam Montesori berpendapat bahwa menurut alam kodratnya anak itu selalau berkembang. Perkembangan itu selalau datangnya dari alam. Pandangannya ini berdampak kepada pemberian reward and punishment dia mengatakan bahwa pemberian hukuman atau hadia diberikan oleh alam juga. Alamlah yang akan memebrikan balasan atas segala yang dilakukan oleh peserta didik. Kegiatan kerja mereka timbul dari diri anak-anak dan apabila waktunya telah tiba, itulah yang disebut dengan masa peka ana telah datang. Dan semuanya telah diatur oleh alam.

Dalam prinsip kemerdekaan, kemerdekaan adalah milik semua makhluk, bahwa setiap makhluk ingin memiliki kemerdekaan (kebebasan), dalam hal anak dapat dibedakan kemerdekaan lahir atau kemerdekaan batin.

Montessori juga mendirikan casa de bambini, casa de bambini bukan merupaka kelas namun suasane kekeluargaan yang diciptakan, anak mendapatkan kebebasan sebesar-besaernya. Peralatan-peralatan yang serba kecil yang dapat mempermudah anak-anak untuk mengoprasikannya, serta kamar-kamar yang dihias dengan gambar-gambar yang indah. Pendidik tidak disebut guru namun dia disebut pemimpin. Pekerjaan diberikan secara individual sesuai dengan amsa peka mereka. Pelajaran yang diajarkan juga merupakan latihan di dalam kehidupan sehari-hari. Tentang kebersihan gigi memotong kuku dan sebagainya. Casa de bambini sendiri juga memiliki arti pendidikan anak-anak kecil.

4.        Dr Ovide Decoly.

Decoly dalam prinsipnya memposisikan pendidikan di dalam membentuk manusia yang berperasaan sosial dan bercita-cita sosial. Hal seperti ini dapat dicapai dengan cara:

1.       Bergaul dengan anak-anak lain dan juga bergaul dengan binatang.

2.       Mengerjakan tugas tertentu sebagai alat untuk melatih perasaan tanggung jawab.

Sekolah menuturut Decoly adalah untuk hidup dan oleh hidup. Anak harus dapat di didik untuk dapat bertahan hidup dala masayarakat dan dipersiapkan dalam masyarakat anak. Anak dipersiapkan untuk pembentukan individu dan anggota masyarakat. Oelh karena itu anak-anak harus mempunyai pengetahuan tentang dirinya sendiri, tentang hasrat dan cita-citanya dan pengetahuan tentang dunianya, pengetahuan anak harus bersifat subjektif dan objektif.

Decoly berjasa di dalam lapangan psikologi anak dan didaktik. Dia memiliki dua cara di dalam menbgenal anak yaitu:

a.       Observasi (pengamatan dengan seksama)

b.      Tes (pemeriksaan)

Kedua cara ini sangat berkaitan sekali sebab cara yang kedau lahir dari cara yang pertama, dia meneliti anak perempuannya sendiri dalam perkembangan pengertian tentang angka.

Dia juga menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran, yang merupakan hal yang khas dari Decoly yaitu:

a.       Globalisasi (keseluruhan)’ dari penelitiannya dia menetapkan bahwa anak-anak mengamati secara global (keseluruhan), keseluruhan terlebih dahulu daripada bagian-bagian, dan ini berdasar kepada psikologi totalitas. Bagi dia mengajarkan kalimat lebih mudah daripada mengajarkan kata-kata lepas. Metode ini bersifat ideo visual.

b.      Cetre d’interest : yaitu penyeldikan di dalam psikologi yang menetapkan bahwa anak-anak memiliki minat-minat yang spontan. Eplajran disesuaikan dengan minat-minat yang spontan tersebut.

5.       Dr Helen Parkhust (1889-    )

Parkhust terkenal dengan rencana daltonnya, pengaruh rencana dalton ini menyebar luas ke berbagai negara eropa terutaama Inggris, jepang  dan Tiongkok. Dalton Plan sebagai suatu pengajaran yang berlaku di amerika. Prinsip pembelajran dalton adalah sebagai berikut :

a.       Efisiensi : yang dimaksud dengan prinsip efisiensi adalah latihan hidup anak dicapai dengan tugas-tugas pekerjaan dalam pengajaran, tugas dirancang sedemikian hingga sungguh praktis dan bermanfaat bagi kehidupan anak.

b.      Prinsip Kebebasan : prinsip kebebbasan disini dimaksu anak dapat dengan bebas memilih tugas-tugas yang ingin diselesaikantanpa paksaan dan tekanan dari manapun, namun kebebabsan disini masih terikat kepada norma-norma dasar yang berlaku.

c.       Prinsip kerjasama : dalam prinsip kerjasama adalah interaksi terpimpin, hubungan antara guru dan murid dan antar murid sendiri. Semua pihak akan dapat saling menerima dan saling memberi seta saling mendapat keuntungan.

d.      Prinsip kerja sendiri: di dalam prinsip dalton kerja sendiri ialajh anak diharapkan dapat berfikir sendiri tanpa bantuan orang lain, anak berkerja dengan kemampuan sendiri, dan tidak terlalu dinilai dari hasil kerjanya.

6.       Dr, Rabindranath Tagore (1861-1941)

Ia tokoh humanis dari india, prinsip pendidikannya didasari dari kondisi sosioantropologis di india saat itu yang masih menganut sistem kasta. Pendidikan mendahulukan golongan atasan karena golongan ini lah yang memiliki pengaruh kepada rakyat jelata dan diharapkan golonagn atasan dapat memberikan (meneteskan) pendidikan dan pengajaran ke pada rakyat jelata. Pendidikan baginya adalah untu seluruh rakyat dan dilakuakn oleh rakyat, pandangan ini mempengaruhi proses pendidikan di Indonesia seperti sekolah kerja kayutanam dan taman siswa.

Dia juga menekankan kepada pendidikan ketuhanan untuk pembentukan kata hati, dia tidak membedakan agama yang satu dengan agama yang lain. Dan pendidikan sebaiknya diselenggarkan oleh asrama agar dapat dilakukan pembinaan yang intensif.

 

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: